Cerita Wisnu Nugroho Ditelepon Jakob Oetama Menyoal Buku SBY

Pemimpin redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho mengenang kisahnya yang pernah ditelepon Jakob Oetama.

  • account_circleSuperadmin
  • calendar_month20 April 2023
  • bookmarkHighlight

Cerita Wisnu Nugroho Ditelepon Jakob Oetama Menyoal Buku SBY

Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho bercerita panjang tentang sosok Jakob Oetama (JO) yang satu-satunya orang dipanggil bapak di Kompas Gramedia (KG). Termasuk ketika dia ditelepon langsung pendiri surat kabar terbesar di Indonesia itu.

Setelah saya tunggu dua menit kemudian bunyi lagi. Kemudian Mbak Eti bilang, Mas Wisnu ini Pak JO mau bicara.

Menurut Wisnu, pengalaman pertamanya ditelepon langsung oleh Pak JO terjadi sekitar tahun 2010. Saat itu, Wisnu yang bergabung menjadi wartawan Kompas, bertugas liputan di Istana dan menulis buku sisi lain Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Buku itu sempat heboh karena dalam waktu dua minggu bukunya habis di pasaran dan menjadi best seller nasional," cerita Wisnu ketika diwawancarai Tagar TV, Kamis, 10 September 2020.

Ketika buku sisi lain SBY ini heboh di pasaran, kata Wisnu, dia spontan menjadi pembicaraan banyak orang, terutama yang berada di internal Kompas.

"Pak JO melalui sekretarisnya Mbak Eti mengontak saya berkali-kali. Karena saya sedang dalam perjalanan dari Jogya, saya waktu itu tugasnya di Jogya," katanya.

Sejak dari rumah sampai ke kantor yang Yogyakarta, kata Wisnu, handphone-nya terus berbunyi. Lantas, dia menghentikan perjalanan dan mengecek panggilan tersebut. "Setelah saya tunggu dua menit kemudian bunyi lagi. Kemudian Mbak Eti bilang, Mas Wisnu ini Pak JO mau bicara," katanya.

Wisnu tidak menyangka bahwa Pak JO akan meneleponnya hanya untuk mengatakan beberapa patah kalimat.

"Apa kabar mas? Gimana di Jogja mas? Saya jawab baik. Kemudian pertanyaan berikutnya yang kemudian merefleksikan bagaimana kebapakan dari Pak JO itu adalah rasa untuk menjaga, melindungi, dan memastikan saya baik-baik saja setelah buku itu terbit," katanya.

Pak JO hanya ingin memastikan Wisnu baik-baik saja atas buku tentang SBY yang ditulisnya karena telah menjadi pembicaraan dimana-mana. "Saya langsung terhenyak. Oh ini ternyata bentuk perhatian yang luar biasa. Saya tadinya tidak berfikir wah ini bakalan bermasalah, kemudian saya berfikir jangan-jangan ini memang memunculkan masalah gitu, dan untungnya saya yakin, saya jawab ke Pak JO, iya pak saya yakin dengan apa yang saya buat, karena selain itu fakta dan benar, saya sekarang berada di era yang lebih demokratis karena pernyataan, tulisan, itu tidak bisa diberangus dengan tindakan-tindakan yang non-demokratis," tuturnya.

Seperti diketahui, pendiri Kompas Gramedia, sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas, Jakob Oetama meninggal dunia dalam usia 88 tahun, pada Rabu, 9 September 2020. Ia mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading pada pukul 13:05 WIB.

Dalam keterangannya, Dokter Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Felix Prabowo Salim, mengatakan Jakob Oetama telah dalam kondisi kritis saat masuk rumah sakit sekitar dua pekan lalu.



@2023 TRUSTY. All right reserved